FF Tittle : HE IS MINE / 2009年12月15日(火)
Author : Riku xD
Chapter : 01
Genre : Yaoi
Pairing : Kiki (Hi:BRiD), Rin (Valetta), Ruki (the gazette)
Desclaimer : JUST FOR FUN AND MY OWN STORY ! (>u<)

aku tidak tau apa yang harus aku katakan sekarang. Mungkin aku terlalu senang berada didekatnya. Hanya itu yang ada didalam pikiranku bila aku berada di sisi Kiki, pria yang selalu setia menemaniku. Aku bertemu dengan dia saat pertama kali masuk SMA, dan pertemuan kami sangat tidak di sengaja. Dia mengira aku temannya lalu dia menggandeng tangan ku tanpa sadar, sangat lucu wajahnya saat itu. Lalu dia langsung meminta maaf dengan sangat sopan, membuat ku geli. Akhirnya kami semakin dekat dan pada akhirnya kiki menembakku saat pulang sekolah. Umm~ tepatnya 3 tahun lalu.
“Rin !” suara itu, pasti Kiki, gumam ku di hati. “ah ! Kiki-kun” aku memandang Kiki yang menuju ke arah ku “ano~ aku ingin mengajak mu makan siang sekarang, kau mau ?” Kiki memandangku dengan wajah berharap “oh~ itu.. tentu aku mau” aku tersenyum kecil.”WAH ! kalo begitu ayo kita berangkat sekarang” Kiki menggandeng ku seperti saat dia menggandeng aku dulu. Kami berjalan berdampingan. “rin-chan” dia menengok ke arah ku, “ya kiki-kun ?” dan aku pun menengok ke arahnya juga. “begini, apa kau masih berhubungan dengan dia ?” “dia ? dia siapa kiki-kun ?” aku sedikit kebingungan “itu.. Ruki-san maksud ku” “HAH ! tentu tidak kiki-kun, dia sudah lulus dari sekolah kita, dan aku tidak pernah berhubungan lagi dengannya. Tenang saja, aku yakin dia sudah mempunya orang lain” aku cium pipi kanan kiki supaya dia tidak khawatir. Ruki memang masa lalu ku, tapi aku sangat benci dia. Karna dia orang yang tidak punya perasaan.
“kita sudah sampai, kedai ramen kesukaan kita rin-chan” kiki tersenyum gembira, aku senang melihatnya senang. “paman, mi ramen 2, seperti biasa” “oh~ kiki ! hari ini paman buatkan mi ramen special buat kalian ber dua” kata paman penjaga kedai. “uwah~ terima kasih bnyak paman”. Kami makan ramen bersama, aku sangat senang bisa sering seperti ini bersama kiki. “kiki-san !” “hah ?” “itu, …” aku segera membersihkan mulutnya. “aduh~ terima kasih banyak rin-chan” kiki mencubit kecil pipi ku. “uaaah~ kenyangnya.. paman kami sudah selesai” “terima kasih, datang kembali ya”. Kiki mengantarkan ku sampai di luar kedai. “kiki-san, aku pulang dulu ya, terima kasih banyak untuk makan sianganya” aku mengembangkan senyum ku. “ah~ iya.. sama – sama rin-chan” kiki mencium kening ku. “aku pulang dulu ya” aku berpamitan dengan kiki. “mau aku antar sampai rumah ?” “ah~ tidak usah.. tak apa – apa kok” “kalau begitu hati – hati dijalan.. dah…” aku melambai kan tangan ku sambil berjalan pulang. Sore ini mendung, jadi aku tidak akan terlalu lelah jalan ke rumah. CKIIIT !!!. aku tersentak kaget, tiba2 di dpan ku berhenti sebuah mobil limosin, dan sepertinya aku kenal mobil ini. “apa kabar rin ?” itu.. itu.. RUKI ! mau apa dia ? “ah ?! ruki-san ? ke..kenapa kau berhenti di tengah jalan begini ?” aku bertanya pada ruki. “karna aku… masih sayang kau rin… “ tiba2 dia keluar dari mobil nya dan memelukku. “AH ! ruki-san ! lepaskan aku ! kau kan tau aku sudah dengan kiki !” aku mencoba melepaskan pelukannya itu. “KIKI ! apa sih hebatnya dia ! orang miskin seperti dia tidak akan membahagiakan mu !” “dia memang miskin, tetapi dia lebih pengertian dan menyayangi aku, tidak seperti kau ! lepaskan aku !” aku terus meronta “oh~ sepertinya si miskin itu telah mengajari mu untuk melawan ku” tiba – tiba ruki menggendong dan memasukan aku ke dalam mobil nya. “LEPASKAN AKU !” aku mencoba untuk keluar, tpi .. tenaga ruki kuat sekali memelukku. “diamlah !” ruki menutup hidungku dengan kain yang sepertinya diberi obat bius, tetapi hanya membuatku lemah tidak sampai pingsan. Aku merasakan tubuhku diangkat oleh 2 orang ke sebuah kamar, kamar yang sangat besar.. dan aku kenal kamar ini, ini kamar ruki. “baiklah, kalian berdua boleh keluar” “baik tuan muda”. Ruki mendekati wajahku “rin-chan.. kau masih ingat ruangan ini kan ?” aku hanya terdiam lemah. “aku masih sangat mencintai mu rin, tolong, kembalilah kepada ku ! aku sudah mencari pengganti mu, tapi tidak ada yang seperti mu rin” tiba – tiba ruki membuka kancing baju ku secara perlahan “aku mohon ruki ! jangan lakukan !” aku takut, apa yang harus aku lakukan ? aku tidak ingin kejadian dulu terulang lagi. Ruki tetap melanjutkan perbuatannya, malah dia membuka seluruh kain yang menutupi tubuhku, aku tidak percaya, aku sudah tak menggunakan kain apa2 lagi sekarang. Tetapi tubuh ku terlalu lemah untuk meronta. “ternyata kau menjaga keindahan tubuh mu rin..” ruki dengan ganas nya menciumi seluruh dada ku, aku hanya bisa menggeliat. Aku telah menghianati Kiki, aku tidak tau apa yg akan terjadi bila kiki mengetahui ini. “aku mohon ruki ! jangan !” aku mencoba menyingkirkan wajahnya dari dada ku, tetapi aku tidak kuat. “rin.. jangan menolakku” tiba2 ruki menindih ku, dan langsung menciumi bibir ku dengan ganasnya. Aku tak sanggup menahannya, tenaganya begitu kuat. Entah kenapa tiba2 ada hasrat ingin mencumbunya juga, tetapi tidak mungkin bila aku melakukannya sama saja aku menghianati kiki. Ya tuhan, tolong selamatkan aku, aku mohon.
“rin.. jangan malu, aku tau kau ingin mencumbu ku juga kan ?” ruki menatap ku tajam, dan entah setan apa yg masuk ke dalam otakku, aku langsung balik mencumbunya juga. Aku mengelus paha ruki, terus ku raba ke atas. Ruki hanya menyeringai senang, ruki pun memegangi pahaku dengan kencang. “rin.. tengkuraplah !” pinta ruki. Aku khawatir, apa yang akan ia lakukan sekarang, jangan – jangan ?! “ruki, apa yang akan kau lakukan ?” ruki menyeringai senang ke arahku dan… “AKH! RUKI STOP ! HENTIKAN ! AKU MOHON PADAMU” aku tidak menyangka dia melakukan ini, nyeri rasanya, sangat nyeri. Aku hanya bisa berteriak “jangan ruki ! sakit.. aku mohon padamu !” air mata ku keluar, aku benar sudah mengecewakan kiki. Betapa bodohnya aku ini, seharusnya aku tidak membalas cumbuannya tadi. “rin.. huhuh.. kalu sudah seperti ini huh.. kau tidak akan lepas dari ku !” sambil terengah – engah ruki membentakku. “HAHAHAHAH !” tiba2 ruki tertawa keras dan langsung mencium bibir ku, “terima kasih sayang” kami pun tergolek lemah. Ruki langsung tertidur di sebelah ku, dan dia sempat menatap wajah ku yg sedang mengis. “jangan menangis sayang, kau harus terbiasa dengan ini setiap hari” ruki mengelus rambut ku yang telah basah oleh keringat.
Paginya, saat aku bangun, ku lihat ruki yang masih tertidur pulas di sampingku. Tiba – tiba hp-ku bordering. Cepat2 aku angkat, karna aku khawatir ruki bangun. “RIN ! kau dimna ? tdi mlam ibumu menelpon ku dan menanyakan keberadaan mu, aku coba menelpon mu tdi mlam tetapi hp mu tidak aktif ?” kiki langsung menanyaiku beberapa pertanyaan. “uh.. ano~ saat pulang aku bertemu teman lama ku, dia mengajakku kerumahnya. Karna kebanyakan minum aku ketiduran.. maaf” aku deg2an “yaampun rin.. tapi kau tak apa2 kan ?” “hu’um.. tak apa2 kok kiki. Tunggu aku di sekolah ya” “baik rin-chan.. mandilah yang bersih ya hehe” kiki pun menutup teleponnya. Aku mencoba turun dari kasur sambil mengendap-endap, kemudian aku melihat jam, pukul 4.30 pagi. Aku segera memakai pakaian ku dan kabur dari rumah ruki dan kembali pulang.
Sesampainya di rumah “ibu, maaf.. aku ketiduran di rumah teman” kataku sambil tersenyum, “yaampun rin ! kenapa bisa ? tidak biasanya kau seperti ini ?” ibuku langsung memeluku. “aku kelelahan bu, makanya aku ketiduran. Skarang aku mau mandi dan bersiap ke sekolah… oke ?” “aduh~ baiklah.. mandi sana”. Di kamar mandi aku masih memikirkan kejadian itu, ruki.. telah menghancurkan ku, dan aku telah menghianati kiki, orang yang selalu syang padaku. Betapa kotornya aku. Bedan ku terasa nyeri semua, dan aku guyur badan ku dengan air hangat. “ah~” sakit rasanya. Sesudah mandi aku langsung sarapan dan berangkat sekolah.
Dari kejauhan aku lihat … kiki. “RIN !” aku berhenti, “dari mana kau semalam ? aku mencemaskan mu rin !” tiba2 kiki langsung memelukku. “ah ?! a.. aku bertemu teman lama ku, lalu dia mengajakku bermain ke rumahnya. Dia memberiku sake dan aku pun ketiduran di situ kiki” aku sedikit tertawa. “kau ini, jangan ulangi ya” kiki pun mengacak sedikit rambut ku. “iya kiki-kun” sebenarnya di dalam hati, aku sangat tidak kuat menatap wajahnya, kiki tidak tau apa yang telah ruki lakukan padaku.
Akhirnya jam sekolah berakhir, rasanya ku ingin cepat2 merebahkan diri ke kasur yang empuk. “Rin… maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang hari ini, soalnya ada perkumpulan klub manga di sekolah” kiki terlihat kecewa, “oh~ tidak apa2 kok kiki-kun, kau harus menekuni dunia anime mu denga serius” kataku sambil tersenyum. “ah~ rinchan.. oia, lihat ini” kiki menunjukan aku sebuah gambar, da kulihat gambar 2 orang sedang berpelukan, sangat lucu gambar anime itu “uwah~ bagus sekali gambaran mu kiki-san” “tentu saja, ini aku dan kau rin-chan.. aku menggambarnya saat pelajaran tdi hehe…” kiki negitu senang saat menunjukan gambarannya pada ku. Tetapi, apa yang harus aku perbuat sekarang, aku telah mengecewakan kiki dengan kejadian itu. Saat melihat kiki yang tertawa hati ku begitu sakit, kiki tidak tahu sebenarnya. “sebaiknya cepat kau pulang rin-chan, sudah hamper sore, aku antar sampai gerbang ya” “i.. iya kiki-kun” saat kiki dan aku berjalan menuju gerbang sekolah, tiba – tiba “ow~ mesranya kalian” di sudut gerbang sekolah ku lihat.. RUKI ! apa maksudnya di kesini ?”ru.. ruki ? mau apa kau ?!” “rin.. rin.. sudah lah, kembali padaku sekarang.. untuk apa ka uterus bersama si miskin ini ? tak ada guna” kiki mendekati ruki “kalau kau ingin memisahakan kami, itu sudah tidak bisa !” “oh~ kau ingin bukti bahwa rin mu tersayang ini telah menghianati mu ?” ruki menunjukan sebuah rekaman video, dan.. itu rekaman ku dan ruki perbuat mlam itu ! apa yang harus aku lakukan, kenapa bisa begini ? “ri.. rin ?” kiki menoleh ke arah ku dengan wajah yg sepertinya sangat kecewa “MAAF KIKI ! aku benar2 minta maaf. Tetapi kejadian ini tidak aku sengaja.. ruki yg membawaku paksa, aku mohon percaya padaku” aku bersujud di depan kiki. Saat aku melihat wajah kiki, kulihat kiki menangis, aku sudah menghancurkannya. Betapa bodoh dan murahnya aku. “nah kiki.. kau masih ingin bersama rin… kau lihat sendiri dia mencumbukku juga.. dan kau tahu, rasa rin itu sangat manis” ruki menyeriangai senang, dan aku pikir dia merasa menang. “KIKI ! jangan dengarkan dia ! aku mohon” aku berteriak sambil menangis ke arah kiki, namun kiki langsung berlari kearah ku dan memelukku erat. “aku percaya pada rin” “video ini adalah bukti bodoh ! kau masih mau menyangkalnya ? dasar aneh.. makan rin mu itu, yang sudah ku kotori, tepatnya BEKAS !” ruki merasa kesal, dan langsung saja kiki memukul perut ruki. Aku tersentak kaget, BUGH ! “AKH! SIALAN KAU KIKI !” ruki langsung kesakitan. “kau yg telah mengotori rin. Dan aku akan membalasnya !” tiba-tiba kiki langsung menyeret ruki ke gudang sekola “RIN ! ikut aku!” ajak kiki. Digudang, kiki langsung menelanjangi ruki, dan yg membuat ku kaget tiba2 kiki menelanjangi ruki. “ki.. kiki ? apa yang kau lakukan ?” aku menggelengkan kepalaku. “akan kubuktikan, aku juga bisa melakukan apa yg ia lakukan padamu rin. Aku tidak rela dia merebutmu dari ku” tanba belas kasihan kiki langsung menyetubuhi ruki. “JANGAN ! KURANG AJAR KAU !” kiki menengkurapkan ruki “AAAAKH ! sakit ! SIALAN KAU !” aku melihat dengan mata kepala ku sendiri kiki memperkosa ruki dengan kejinya. Kiki menindih tubuh ruki, ruki namapk tak bisa berkutik “RASAKAN ! inilah yg rin rasakan saat kau menyetubuhinya !” dengan wajah penuh amarah kiki terus melajutkan perbuatannya itu, di ciumnya bibir ruki sambil tangannya meraba2 paha ruki. “SAKIT ! KIKI BERHENTI ! SIALAN KAU !” ruki menjerit tak tahan dengan perlakuan kiki. Dan kiki pun berhenti sambil terengah – engah “huh.. huh.. bagaimana ruki ? mau lagi ?!” “TIDAK ! baiklah.. huhuhuhuh.. kau.. huh.. huh.. AKU AKUI AKU SALAH ! aku akan pergi dari kota ini dan tak akan menggangu kalian !” ruki berteriak sekencang-kencangnya. “baguslah ! kemarikan kamera video mu” kiki langsung melempar rekaman video itu sekencang mungkin. “maaf ya, kau kan kaya.. bisa beli lagi kamera video seperti ini” kiki berdiri dan langsung memakai bajunya. “rin.. ayo pergi ! biar di tau rasa !” kiki menggandeng ku kencang. “KIKI !” aku terhenti sejenak, “maafkan aku, aku telah membuatmu berlaku seperti ini” aku bersujud di depannya. Kiki memeluku “kau tahu, aku berlaku seperti ini hanya ingin membalas perlakuannya padamu, supaya dia bisa merasakan apa yg kau rasakan saat dia menyetubuhimu saying..” kiki tersenyum manis padaku. Betapa baiknya pria ini aku tidak menyangka dia begitu menyayangi ku.
Sebulan kemudian aku dengar ruki pindah ke amerika, betapa senangnya aku, orang itu pergi juga dari kehidupanku. Sekarang hanya kiki dan aku berdua. Dan pada mlam tahun baru ini kiki mengajakku untuk melihat kembang api bersama di rumahnya. Dan mlam tahun baru itu tak akan pernah aku lupakan. Kiki menciumku.

END-

RIN (Valetta)


















KIKI (Hi:Brid)





















Ruki (the GazettE)

 
   
Posted at 17:24/ この記事のURL
コメント(0)
P R
2009年12月
« 前の月    |    次の月 »
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31
Yapme!一覧
読者になる
カテゴリアーカイブ
メールフォーム
タイトル

内容
  | 前へ  
 
 Powered by yaplog!